Berita / Artikel
PENGERTIAN TRANSMIGRASI; TUJUAN DAN DAMPAKNYA
Lampiran File
.PENGERTIAN TRANSMIGRASI; TUJUAN DAN DAMPAKNYA
Pengertian Transmigrasi
Pengertian Transmigrasi secara umum adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk ke daerah yang tidak padat penduduk, akan tetapi dalam perpindahan penduduk ini tidak semena - mena di lakukan oleh kelompok masyarakat suatu daerah tanpa sebab dan tujuan. Biasanya perpindahan penduduk yang di maksud dalam artikel ini adalah pelaksanaan program pemerintah dari kementrian tenaga kerja dan transmigrasi yang sudah malalui berbagai analisa baik dari daerah asal maupun daerah tujuan .
Kajian dari pemerintah dalam pelaksanaan program transmigrasi ini tidak hanya di lihat dari segi kelayakan, ekosistim, sumber daya alam , finansial, serta memperhatikan kearifan lokal daerah tujuan. Hasil survei juga di gunakan untuk memahami karakter budaya daerah tujuan untuk menghindari permasalahan di kemudian hari menyangkut atas tanah, hak ulayat, hak tanah masyarakat , adat istiadat yang berlaku di daerah tujuan. Dalam menentukan areal transmigrasi pemerintah mempunyai standarisasi dalam radius tertentu untuk pembukaan lahan yang nantinya akan di tempati sebagai areal pemukiman transmigrasi, hal itu dilakukan untu menghindari sengketa dengan masyarakat sekitar di kemudian hari. Masyarakat di daerah tujuan secara umun mengolah tanah pertanian dalam jarak radius di bawah lima kilo meter dari bantaran sungai .
Seperti halnya di wilayah kalimantan maupun sumatra terdapat beberapa aliran sungai yang di manfaatkan untuk aktifitas dan pemukiman sepanjang bantaran aliran dari hulu hingga ke hilir, atau dikenal sebagaI daerah aliran sungai ( DAS ). Tempat tujuan dari transmigrasi diantaranya di wilayah kalimantan, sumatra, sulawesi hingga di irian jaya. Pemerintah memprioritaskan pada wilayah padat penduduk sebagai calon peserta transmigrasi di antaranya wilayah pulau jawa dan bali.
Baca juga artikel: Peran Komunitas Dalam Meningkatkan Website Desa, klik disini
Tujuan ransmigrasi
Pemerintah tidak begitu saja memberagkatkan penduduk atau kelompok masyarakat ke suatu wilayah tanpa adanya tujuan yang akan di capai. Melauli kementrian tenaga kerja dan transmigrasi program ini sudah di laksanakan dari tahun lima puluhan, namun sebelumnya sudah pernah di lakukan kegiatan ini pada masa pemerintahan hindia belanda dengan wilayah tujuan lampung sekitar tahun 1905. Bahkan perpindahan penduduk secara masal juga pernah di lakukan semasa penjajahan dengan tujuan negara suriname. Adapun tujuan transmigrasi diantaranya adalah sebagai berikut:
- Untuk pemerataan pembangunan di indonesia
- Menekan atau mengurangi jumlah kepadatan penduduk khususnya di pulau jawa dan bali
- Pemerataan penduduk di wilayah indonesia
- Meningkatkan kesejahteraan penduduk/ masyarakat
- Menekan tingkat kesenjangan sosial
- Terciptanya lapangan baru bagi transmigran
Baca juga artikel: Desa Inklusif, klik disini
Syarat - syarat transmigrasi
Dalam pelaksanaan program transmigrasi tentunya memperhatikan juga kondisi sosial, ekonomi penduduk yang akan di berangkatkan sebagai transmigran, berdasarkan aturan yang suadah di tetapkan sebagai syarat baik pada daerah asal maupun selaku penduduk. Adapun syarat untuk daerah asal maupun daerah tujuan di antaranya:
- Tingkat kepadatan penduduk daerah asal tidak sebanding dengan luas wilayah, artinya populasi penduduk yang tinggi rentan terhadap kemiskinan,banyak pengangguran, kurangnya lahan pemukiman , tingkat krimininal cenderung tinggi, dan masih banyak permasalahan lainnya.
- Tingkat pertumbuhan penduduk stabil paska pemberangkatan transmigran
- Dapat diterima oleh penduduk daerah tujuan, terjalinnya komunikasi yang baik sehingga dapat hidup berdampingan
- Tersedianya sumber daya alam yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran
- Tersedianya lahan yang cukup dan tidak terjadi sengketa dengan masyarakat sekitar
- Para transmigran sanggup mematuhi aturan yang di buat pemerintah, untuk tinggal dan menetap
Baca juga artikel: Manfaat Link Diantara Paragraf, klik disini
Jenis - Jenis Transmigrasi
Pelaksanaan transmigrasi oleh kementrian tenaga kerja dan transmigrasi dapat diikuti oleh kelompok masyarakat yang sudah di validasi melalui seleksi dari tingkat desa sampai pada pemberangkatan sesuai dengan masing - masing jenis transmigrasi. Adapun jenis - jenis transmigrasi di antaranya sebagai berikut:
- Transmigrasi Umum adalah Jenis transmigrasi yang di biayai oleh pemerintah secara keseluruhan dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan aturan biasanya dalam jangka waktu satu tahun hingga tiga tahun
- Transmigrasi Swakarya adalah jenis transmigrasi yang di biayai oleh pemerintah akan tetapi tidak sepenuhnya menjadi tanggungan pemerintaah dengan jangka waktu paling lama satu tahun
- Transmigrasi Mandiri adalah jenis transmigrasi dengan biaya sendiri atau kelompok organisasi yang memberangkatkan dan menanggung seluruh pembiayaan dalam jangka waktu tertentu
- Transmigrasi lokal adalah jenis transmigrasi dengan melibatkan penduduk/masarakat sekitar dalam satu wilayah transmigrasi
- Transmigrasi Bedol Desa ini bisa terjadi akibat sebuah bencana alam, kegagalan dalam perencanaan, sehingga seluruh penduduk di desa tersebut di pindahkan ke daerah lain.
- Transmigrasi swakarsa ( spontan ) adalah jenis transmigrasi dengan biaya sendiri yang di pandu dan di dampingi oleh pemerintah.
- Transmigrasi Sektoral adalah jenis transmigrasi yang biayanya di tanggung bersama para transmigran.
Baca juga artikel: Upaya Pencapaian Kinerja Pemerintah Desa Dalam Menjawab Tatangan Digitalisasi Desa, klik disini
Dampak Positif Transmigrasi
Perncanaan yang baik dalam pelaksanaan program transmigrasi akan berdampak baik pula bagi transmigran maupun bagi pemduduk sekitarnya. Adapun dampak positif dari transmigrasi di antaranya sebagai berikut:
- Peningkatan taraf hidup penduduk/ masyarakat
- terbukanya lapangan kerja untuk menanggulangi tingkat pengangguran
- Tergalinya potensi sumber daya alam, terutaman di sektor pertanian, dengan membuka lahan baru
- Dapat mempercepat laju pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut
Dampak Negatif Transmigrasi
Di samping dampak positif tentunya ada juga dampak negatif dari program transmigrasi akibat kurang matang dalam perencanaan, di antaranya:
- Terjadinya sengketa lahan dengan masyarakat adat terhadap hak tanah ulayat
- Peningkatan Pembiayaan yang sangat besar dalam pelaksanaan program tersebut
- terjadi kegagalan akibat kurang pengawasan dan pembinaan secara berjenjang
Demikian artikel ini di sajikan untuk menambaah pengetahuan bagi kita sekalian.
Anang
30 Januari 2025 12:28:34
Lanjutkan mas... Semoga website desa pian semakin maju...