Berita / Artikel
PERPUSTAKAAN DIGITAL DESA SRIWIDADI
Lampiran File
PERPUSTAKAAN DIGITAL DESA SRIWIDADI
Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital yang bisa diakses dengan computer maupun handphone, jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan komvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro, atupun kumpulan kaset audio, video, dll, ( Wikipedia ).
Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah merambah ke berbagai bidang, termasuk pada system informasi desa. Digitalisasi belakangan ini juga sudah merambah dunia perpustakaan, namun bagi sebagiam pemerintah desa banyak yang belum mengetahuinya ternyata perpustakaan digital sudak cukup lama ada , dibawah kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi secara resmi di buka pada tanggal 29 November 2024.
Baca juga cerita: Legenda Cidelaras, klik disini
Bagi pemerintah desa mungkin ini masih menjadi wacana dan terasa sulit untuk diwujudkan mengingat masih banyak perpustakaan desa yang sudah ada sulit untuk di kembangkan. Untuk mewujudkan wacana tersebut diatas bukan hal yang tidak mungkin bagi desa, melalui perencanaan yang baik serta tahapan–tahapan awal yang harus dipelajari sebagai pembelajaran agar nantinya menumbuh kembangkan potensi baik dari sumber daya munusianya, maupun sarana pendukung lainya.
Baca juga cerita ; Legenda Malin Kundang, klik disini
Keunggulan dari perpustakaan digital ( E-Library )antara lain:
- Praktis , tidak terbatas oleh waktu dan tempat dalam peminjaman buku digital
- Tidak memerlukan tempat tetapi menggunakan aplikasi ,serve dan hosting
- Mudah digunakan dengan cara mengakses melalui internet
Kelemahan dari perpustakaan digital antara lain:
- Dalam Mengakses sangat tergantung dengan jaringan internet
- Biaya dalam pembuatan perpustakan digital cukup mahal
- Membutuhkan kecepatan internet dan bandwidth
Adapun perpustakaan digital dapat dimanfaatkan sebagai:
- Sebagai media edukasi
- Sebagai bahan referensi pendidikan multi guna
- Koleksi pustaka pada digital library yang tidak mudah rusak dan usang
Bagi pemerintah desa yang akan merancang dan memiliki perpustakaan digital harus mempertimbangkan pada sumber daya manusia maupun pembiayaan serta partisifasi masyarakat sebagai penerima manfaat. Adapun tips yang dapat dilakukan sebelum merealisasikan perpustakaan digital adalah sebagai berikut:
- Kelayakan studi perpustakaan digital menyangkut kelakan ekonomi, social maupun hak cita
- Memilih aplikasi yang tepat dalam pengelolaan perpustakaan digital
- Sumber daya manusia yang memadai dalam mengakses perpustakaan digital
- Melakukan evaluasi terhadap hasil study kelayakan dan kemampuan pembiayaan
Baca juga ; KTP DIGITAL, klik disini
Dalam mewujudkan perpustakaan tentu saja pemerintah desa akan berkomunikasi dengan dinas intansi terkait di tingkat kabupaten agar mendapatkan referensi dan masukan agar perpustakaan digital tersebut tepat sasaran . Yang menjadi pertayaan untuk wilayah perdesaan apakah mungkin terlaksana ?, sangat tergantung dari pemahamam dari unsur pemeti tah desa dan masyarakat dalam menyikapi dan sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat terhadap perpustakaan digital serta dukungan jaringan internet yang memadai.
Baca juga artikel; Desa Inklusif, klik disini
Pemerintah desa pada prinsipnya dapat memulai dan mewujudkan perpustakaan digital skala mini dan sederhana sebagai bahan pembelajaran dan pengenalan kepada masyarakat khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama dan atas. Dalam hal ini pemerintah desa harus berhati – hati terkait hak cipta, oleh karena itu kita bisa memulai dengan hal-hal yang paling kecil, simple, misalnya dengan mengunggah atau mengupload cerita atau legenda rakyat yang masih ada dan cukup familiar di telinga kita terutama untuk anak-anak.
Baca juga artikel; Opini Media, Mengapa Website Desa Bisa Mati Suri, klik disini
Pada prinsipnya perpustakaan digital dapat kita buat dalam system informasi desa yang sudah kita miliki dengan menambahkan menu perpustakaan digital atau ruang baca, namun kami mau mencoba diluar system informasi desa sebagai langkah awal dan pembelajaran sebelum betul-betul mewujudkan perpustakaan digital secara permanen. Kita memang membutuhkan aplikasi khusus untuk digunakan sebagai sarana menyimpan artikel cerita atau judul buku, akan tetapi kita masih bisa menggunakan situs website atau blog untuk mewujudkan perpustakan digital skala mini tersebut.
Baca juga artikel: Platform Desa Digital, klik disini
Sehubungan kami sudah terbiasa menggunakan blog yaitu pada blogspot.com, maka kami mencoba untuk memulai membuat perpustakan digital skala desa dan cukup sederhana, sedikit demi sedikit tentunya lama-kelamaan akan menjadi bukit. Untuk mewujudkan perpustakaan digital skala mini tersebut akan memakan waktu cukup lama mungkin perlu waktu bertahun tahun, tidak cukup dengan modal semangat saja, banyak faktor dan sumber daya manusia ikut mempengaruhi sukses atau tidaknya perencanaan dalam membangun perpustakaan digital skala mini di tingkat desa.
Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan ( AI ) sebagai ilustrasi pada cerita legenda rakyat akan menjadi tambah friendly sebagai alur cerita bergambar yang sangat disukai oleh anak-anak. Suatu langkah positif dalam mengembangkan mindset kita untuk berkreasi dan berdaya guna, kemungkinan sangat sedikit sekali bagi pemerintah desa yang mau atau melakukan inovasi yang menghasilkan kreatifitas dalam pengembangan kemampuan kecerdasan buatan ( AI ) untuk sebuah kemajuan dalam lingkungan pemerintah desa di masa kini.
Baca juga artikel ; Optimalisasi Website Menuju Desa Maju, klik disini
Selama tidak bertentangan dengan kaidah dari perpustakaan digital, kenapa tidak kita coba mengembangkan perpustakaan digital skala mini bagi pemerintah desa. Dibutuhkan kemampuan imajinasi yang tinggi untuk membuat ilustrasi atau hasil gambar dari kecerdasan buatan (AI ) agar menghasilkan suatu karya yang baik dan punya daya saing di masa yang akan datang.
Anang
30 Januari 2025 12:28:34
Lanjutkan mas... Semoga website desa pian semakin maju...