BERITA DESA
Memanfaatkan Pekarangan Rumah Menjadi Lahan Produktif
Lampiran File
Memanfaatkan Pekarangan Rumah Menjadi Lahan Produktif
Pekarangan adalah sebidang tanah yang ada disekitar rumah tinggal tampak bagian depan, belakang, maupun samping dan jelas batas-batasnya. Kerena letaknya disekitar rumah maka pekarangan mudah untuk dimanfaatkan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu yang tersedia. Berikut beberapa cara untuk memanfaatkan pekarangan rumah :
1. Menanam Sayuran; Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, cabai, tomat dan lainnya. Tanaman ini tidak memerlukan lahan yang luas dan bisa ditanam dalam pot atau polybag.
2. Tanaman buah; Menanam pohon buah-buahan seperti manga, jambu, jeruk dan papaya. Jika ruang terbatas, pohon buah dapat ditanam dalam pot ( tabulampot ).
3. Tanaman obat; Menanam tanaman obat seperti jahe, kunyit, lengkuas dan kencur yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
4. Vertikal Garden; Untuk menghemat ruang, pekarangan bisa dimanfaatkan dengan metode vertical garden, dimana tenaman ditanam secara vertical di dinding atau rak
5. Aguaponik; Menggabungkan budidaya tanaman dan ikan dalam satu sistem yang saling menguntungkan.
Liswanto Putra , salah satu warga Desa Sriwidadi B 3 yang memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan pertanian. Beliau menyatakan “ Pekarangan rumah saya juga sudah kami gunakan sedemikian rupa dengan cara menanam sayur sayuran, bumbu dapur serta tanaman lainnya, yang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kami ingin memberi contoh bagaimana memanfaatkan halaman rumah menjadi lahan pertanian yang produktif “ imbuhnya.
Memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif adalah salah satu cara untuk memanfaatkan ruang yang tersedia untuk kegiatan pertanian atau berkebun. Berikut beberapa contoh manfaat pekarangan rumah untuk pertanian :
1. Ketersediaan Pangan; Menanam sayuaran dan buah-buahan di pekarangan rumah dapat menyediakan kebutuhan pangan sehari-hari , mengurangi ketergantungan pada pasar.
2. Hemat Biaya; Dengan menanam sendiri, biaya untuk membeli sayur dan buah dapat dikurangi
3. Kesehatan; Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar yang ditanam sendiri lebih sehat karena bebas dari bahan kimia dan pestisida berbahaya.
4. Lingkungan; Menanam tumbuhan dapat menbantu mengurangi polusi udara dan memperbaiki kualitas udara di sekitar rumah
Memanfaatkan pekarangan rumah untuk lahan pertanian juga berdampak terhadap masyarakat desa. Berikut beberapa contoh dampak terhadap masyarakat yang menggunakan pekarangan rumah untuk lahan pertanian:
1. Pemberdayaan Ekonomi; Masyarakat bisa menjual hasil panen mereka dan mendapatkan penghasilan tambahan.
2. Ketahanan Pangan Lokal; Masyarakat yang mandiri dalam hal pangan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di tingkat local.
3. Penguatan sosial; Berkebun bersama dapat memperkuat hubungan sosial antar tetangga dan menciptakan komunitas yang lebih kohesif.
4. Edukasi; Anak-anak dan anggota keluarga lainnya dapat belajar tentang pertanian, lingkungan dan pentingnya pola makan sehat.
5. Kesehatan Masyarakat; Kosumsi makanan sehat yang berasal dari pekarangan rumah dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif tidak hanya menguntungka bagi individu tetapi juga bagi komunitas secara keseluruhan, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa. Berikut dampak bagi desa ketika masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk lahan pertanian;
1. Peningkatan Ketahanan Pangan Desa;
- Dengan banyaknya warga yang menanam sayur, buah-buahan dan tanaman lainnya, desa memiliki pasokan pangan yang lebih stabil dan beragam.
- Mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar desa, yang bisa terdampak oleh harga pasar atau gangguan distribusi
2. Pemberdayaan Ekonomi Lokal;
- Hasil panen dari pekarangan dapat dijual dipasar lokal, menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi warga.
- Peningkatan ekonomi lokal dapat terjadi dengan adanya pasar tani atau kios yang menjual hasil panen dari pekarangan warga.
3. Pengurangan Biaya Hidup;
- Warga dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli sayuran dan buah-buahan, sehingga biaya hidup sehari-hari lebih rendah.
- Uang yang hemat dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang mendukung kesejahteraan keluarga.
4. Peningkatan Kesehatan Masyarakat;
- Akses terhadap sayuran dan buah-buahan segar yang bebas pestisida meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
- Masyarakat menjadi lebih sehat dan berkurangnya penyakit yang berhubungan dengan pola makan tidak sehat.
5. Pelestarian Lingkungan;
- Meningkatkan penghijauan di desa membantu mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas lingkungan.
- Pemanfaatan pekarangan juga bisa mengurangi resiko banjir dan erosi tanah melalui penyerapan air olen tanaman.
6. Pendidikan Dan Kesehatan Lingkungan;
- Anak-anak dan generasi muda mendapat pendidikan langsung tentang pertanian, ekologi dan pentingnya menjaga lingkungan.
- Kesadaran akan pentingnya pertanian dan pelestarian lingkungan meningkat di kalangan masyarakat.
7. Peningkatan Kualitas Hidup dan Kesejahteraan Sosial;
- Desa yang hijau dan asri menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan menyenangkan untuk ditinggali
- Aktivitas berkebun bisa menjadi kegiatan rekreasi yang bermanfaat untuk kesehatan mental dan kesejahteraan spikologis
8. Penguatan Komunitas;
- Betrkebun dapat menjadi aktivitas kolektif yang mempererat hubungan antar warga.
- Kerjasama dalam kegiatan pertanian dapat membangun rasa kebersamaan dan solidaritas dalam komunitas.
Memanfaatkan pekarangan rumah untuk lahan pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa secara keseluruhan, selain juga memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan lokallokal, Kontributor By Muhammad Daniel, Senin ( 5/8/2024 )
Anang
30 Januari 2025 12:28:34
Lanjutkan mas... Semoga website desa pian semakin maju...