Berita / Artikel
Profil Desa Ponggok
Lampiran File
Profil Desa Ponggok
Desa Ponggok terletak di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, terutama air yang melimpah dari berbagai umbul (mata air), seperti Umbul Ponggok yang terkenal. Desa Ponggok memadukan keindahan alam dengan inovasi lokal, menjadikannya salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Klaten pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.
Sejarah Singkat Desa Ponggok
Asal-usul Ponggok berawal dari kawasan Desa-Desa masa Mataram Kuno yang didalamnya menyimpan air yang melimpah serta kondisi arkeologis kawasan ponggok berada di timur Gunung Merapi dan kawasan Pesangrahan, merupakan kesatuan peradaban shiwa –buda dengan di temukannya banyak arca di kawasan ponggok. Ponggok bermakna pusat, inti, sumber, jantung, nunggak semi, kelestarian yang berkaitan dengan sumber air yang tidak pernah habis.
Tempat tersebut pada masa lampau di gunakan untuk meditasi dan penyepuhan senjata pusaka serta untuk pengobatan bagi kuda dan kerbau. karakteristik geografis desa ini yang sejak dahulu menjadi pusat aktivitas masyarakat berbasis air Pada era kolonial, Desa Ponggok menjadi salah satu kawasan industri dengan adanya Pabrik Gula Cokro Tulung. Kolonialisasi Belanda berdampak pada perubahan struktur sosial dan ekonomi desa, termasuk pengelolaan sumber daya air yang sebelumnya menjadi hak masyarakat lokal. Setelah kemerdekaan, desa ini mengalami berbagai dinamika, hingga akhirnya pada awal 2000-an mulai fokus pada pengembangan potensi wisata berbasis sumber daya air.
Sejarah desa ini berkembang dari komunitas agraris sederhana menjadi desa yang kini dikenal secara luas karena inovasi pariwisata dan pengelolaan sumber daya air dengan bekerja sama dengan pihak swasta terutama dengan perusahaan air minum Agua. Transformasi Desa Ponggok menjadi desa wisata yang mandiri dan sejahtera tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang visioner dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola potensi lokal. Inovasi
Profil Wilayah
Desa Ponggok mencakup wilayah seluas 77,2255 hektar, dengan populasi penduduk sebesar 2.152 jiwa padaa tahun 2024 dan kepadataan penduduk 2,786 Jiwa/Km dengan kondisi geografis berada pada ketinggian 225 meter di atas permukaan laut ( mdpl ), memiliki curah hujan 15 - 429 mm dengan kondisi topografi datar dan berbukit serta jarak orbitasi dari Desa Ponggok ke Kecamatan 2,5 Km dengan jarak tempuh 5 menit, sedangkan ke pusat Kabupaten 14 Km dengan waktu tempuh 25 menit serta ke Pusat Pemerintahan Provinsi 90 Km dengan waktu tempuh 2 jam. Desa Ponggok terbagi menjadi 4 Dusun, 6 RW dan 12 RT, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Utara: Desa Cokro, Kec. Tulung
- Selatan: Desa Jeblog, Kec. Karanganom
- Timur: Desa Nganjat, Kec. Polanharjo
- Barat: Desa Dalangan, Kec,Tulung
Desa ini terdiri dari beberapa dusun yang masing-masing memiliki potensi alam dan budaya yang khas.
Demografi Desa
Desa Ponggok memiliki populasi sekitar 2.152 jiwa pada tahun 2022, dengan mayoritas penduduknya berasal dari suku Jawa. Struktur demografi menunjukkan keseimbangan antara kelompok usia muda dan tua, dengan tingkat pendidikan yang cukup baik. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata, khususnya terkait dengan pengelolaan dan operasional destinasi wisata Umbul Ponggok dan destinasi wisata lainnya serta dalam pengelolaan BUMDes dan optimalisasi sumber daya alam telah menjadikan Desa Ponggok sebagai contoh sukses pengembangan desa berbasis kearifan lokal. Wisata air di Umbul Ponggok telah menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, usaha kecil menengah (UKM) di bidang kerajinan tangan dan kuliner juga berkembang pesat.
Bentang Alam dan Kontur Wilayah
Desa Ponggok memiliki bentang alam yang khas, terdiri dari:
- Dataran Tinggi dan Rendah: Sebagian besar wilayah desa berada di dataran rendah dengan sedikit kontur perbukitan kecil di beberapa bagian.
- Sumber Air Alami: Umbul-umbul seperti Umbul Ponggok, Umbul Besuki, dan Umbul Kapilaler merupakan keunggulan utama desa ini. Mata air yang jernih dan melimpah menjadi daya tarik wisata dan sumber kehidupan masyarakat.
- Pertanian Subur: Tanah di Desa Ponggok subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman, khususnya padi dan palawija.
Iklim
Desa Ponggok berada di wilayah beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Suhu rata-rata berkisar antara 24°C hingga 32°C. Curah hujan yang cukup tinggi antara 15 mm sampai dengan 429 mm, selama musim hujan mendukung aktivitas pertanian, sementara musim kemarau yang relatif sejuk tidak mengganggu kegiatan wisata yang berlangsung sepanjang tahun.
Potensi Desa
Potensi utama Desa Ponggok terletak pada:
- Pariwisata Air: Keberadaan Umbul Ponggok sebagai destinasi snorkeling air tawar menjadikan desa ini terkenal.
- Pertanian: Lahan pertanian yang subur mendukung berbagai jenis tanaman pangan.
- Ekonomi Kreatif: Pengembangan produk-produk kreatif berbasis lokal seperti kerajinan tangan dan kuliner khas.
Infrastruktur Desa
Desa Ponggok memiliki infrastruktur yang mendukung kehidupan masyarakat dan pariwisata, meliputi:
- Jaringan Jalan: Akses jalan desa yang baik memudahkan transportasi warga dan wisatawan.
- Fasilitas Umum: Terdapat sekolah, puskesmas, dan sarana olahraga yang memadai.
- Pengelolaan Air Bersih: Sistem pengelolaan air desa yang inovatif memastikan ketersediaan air bersih.
Prestasi Desa
Desa Ponggok telah mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk:
- Desa Wisata Terbaik: Pengakuan atas pengelolaan wisata air yang sukses.
- Pengelolaan Keuangan Desa Terbaik: Transparansi dalam pengelolaan dana desa.
- Desa Mandiri: Status desa yang mampu mandiri dalam pengembangan potensi lokal.
Masa Pemerintahan dari Waktu ke Waktu
Kepemimpinan di Desa Ponggok telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu, dengan setiap kepala desa membawa inovasi dan visi baru untuk kemajuan desa. Desa Ponggok terus berkembang dengan memanfaatkan potensi alamnya yang unik dan inovasi masyarakatnya, menuju visi desa yang maju dan sejahtera. Pemerintahan Desa Ponggok terbentuk setelah adaanya ukur tanah yang meliputoi Dukuh Ponggok, Jeblongan, Kiringan dan Umbul Sari. Kepemimpinan di Desa Ponggok telah mengalami beberapa periode penting yang berperan dalam perkembangan desa. Kepala Desa yan pertama menjabat adalah :
- Amat Sumangun periode I sekitar Tahun 1965 an
- Karto Hudoyo periode II , sekitar tahun 1970 an
- Jinu Sastro Mulyono III sampai tahun 1988 an
- Sunarto periode IV dari Tahun 1990 s/d 2007
- Junaedhi Mulyono, S.H periode V dari Tahu 2007 s/d 2019
- Junaedhi Mulyono, S.H periode VI dari Tahun 2019 hingga sekarang
Junaedhi Mulyono menjabat sebagai Kepala Desa sejak tahun 2007 hingga sekarang. Di bawah kepemimpinannya, Desa Ponggok mengalami transformasi signifikan, terutama dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri yang mengelola Umbul Ponggok sebagai destinasi wisata unggulan. Pendapatan desa meningkat drastis dari sekitar Rp 80 juta per tahun menjadi 3,9 miliar pertahun, sementara pendapatan Bumdes mencapai Rp14,7 miliar per tahun pada tahun 2024.
Desa Ponggok dengan status Desa Mandiri dengan Nilai IDM 0,8286 tahun 2023 dan pada tahun 2025 sekarang ini terpilih sebagai tempat peringatan Hari Desa Nasional oleh Dewan Pengurus Pusat ( DPP ) Desa Bersatu yang didukung oleh 8 Organisasi Desa Nasional yang akan diselenggarakan pada hari Rabu 15 Januari 2025 yang akan dihadiri oleh Bapak Presiden ke 7 Joko Widodo yang akan juga diberikan Penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Desa atas kontribusinya terhadap kemajuan dan kesejahteraan desa dalam sepuluh tahun terakhir.
Anang
30 Januari 2025 12:28:34
Lanjutkan mas... Semoga website desa pian semakin maju...