Sekilas Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah

Artikel & Berita

OPINI PUBLIK

Makna Filosofi Mikul Dhuwur, Mendem Jero

Lampiran File

Makna Filosofi Mikul Dhuwur, Mendem Jero

Meta Deskripsi: Filosofi Jawa “Mikul Dhuwur, Mendem Jero” mengandung nilai luhur tentang bagaimana seorang anak atau generasi penerus menjunjung tinggi nama baik orang tua dan leluhur, serta menutupi segala kekurangannya. Prinsip ini menjadi pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat, menanamkan rasa hormat, kebijaksanaan, dan tanggung jawab sosial di tengah perubahan zaman.

Pendahuluan

Dalam khazanah budaya Jawa, banyak terdapat ungkapan bijak yang mencerminkan pandangan hidup masyarakatnya. Salah satunya adalah “Mikul Dhuwur, Mendem Jero”. Ungkapan ini bukan hanya sekadar pepatah, melainkan panduan etika yang membentuk karakter luhur seseorang. Maknanya menekankan pentingnya menghormati, menjaga nama baik, dan berbuat bijaksana terhadap orang tua, guru, pemimpin, serta orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan kita.

Makna dan Arti Filosofis

Secara etimologis, “Mikul Dhuwur” berarti mengangkat tinggi, sebuah simbol penghormatan dan usaha menjaga nama baik serta martabat orang tua atau leluhur agar tetap harum di mata masyarakat.
Sedangkan “Mendem Jero” berarti mengubur dalam, yang menggambarkan sikap menutupi segala aib, kesalahan, atau kekurangan mereka dengan bijaksana dan penuh kasih.

Dengan demikian, secara filosofis, “Mikul Dhuwur, Mendem Jero” mengajarkan keseimbangan antara penghormatan dan keikhlasan. Seorang anak yang berbakti tidak hanya bangga terhadap jasa dan kebaikan orang tuanya, tetapi juga tahu bagaimana menjaga kehormatan keluarga dengan tidak mempermalukan atau mengungkit kesalahan mereka di depan publik.

Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai dari Mikul Dhuwur, Mendem Jero sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern. Dalam konteks keluarga, seorang anak diharapkan menghormati orang tua, mendukung mereka di masa tua, serta menjaga nama baik keluarga di lingkungan sosial.
Dalam lingkungan masyarakat, filosofi ini mengajarkan kita untuk menghormati pemimpin dan tokoh masyarakat dengan sikap santun, serta tidak memperkeruh suasana dengan membuka aib atau kesalahan masa lalu.

Dalam dunia kerja dan pemerintahan, nilai ini juga menuntun setiap individu untuk menjaga nama baik institusi tempat ia bekerja, serta menutupi kelemahan dengan cara memperbaikinya, bukan mempermalukannya. Prinsip ini menjadi dasar integritas dan loyalitas terhadap tanggung jawab moral.

Nilai Pendidikan dan Moral

Filosofi Mikul Dhuwur, Mendem Jero mengandung nilai pendidikan karakter yang sangat penting. Ia menanamkan:

  1. Nilai hormat dan bakti kepada orang tua dan pendahulu.
  2. Nilai kesantunan dan empati dalam memperlakukan orang lain.
  3. Nilai tanggung jawab moral terhadap nama baik keluarga dan lingkungan.
  4. Nilai kebijaksanaan dalam menyikapi kesalahan dan kekurangan manusia.

Nilai-nilai ini membentuk pribadi yang beretika, rendah hati, serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi, suatu karakter yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Makna Filosofis bagi Generasi Muda

Bagi generasi muda, memahami Mikul Dhuwur, Mendem Jero bukan sekadar mengenang pepatah kuno, melainkan menghidupkan kembali semangat menghargai jasa pendahulu. Dalam era digital yang serba terbuka, menjaga kehormatan dan menghargai privasi orang lain menjadi sangat penting. Filosofi ini menuntun generasi muda agar bijak dalam bersikap, terutama di ruang publik dan media social, menyampaikan kebenaran dengan cara yang beretika, tanpa menjatuhkan atau mempermalukan pihak lain.

Penutup

Filosofi “Mikul Dhuwur, Mendem Jero” adalah warisan luhur budaya Jawa yang tak lekang oleh waktu. Ia mengajarkan bahwa menghormati dan menjaga nama baik orang tua, guru, dan leluhur adalah bentuk bakti yang sejati. Dalam konteks yang lebih luas, filosofi ini mengajarkan manusia untuk hidup penuh kebijaksanaan, menjaga kehormatan diri dan orang lain, serta menanamkan nilai etika dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan meneladani makna mendalam dari pepatah ini, kita tidak hanya menjadi pribadi yang berbudaya, tetapi juga ikut menjaga keluhuran moral bangsa di tengah arus globalisasi yang kian kompleks.

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa
Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Desa Sriwidadi

294 LAKI-LAKI

291 PEREMPUAN

Total

585

Orang/Jiwa

Pendidikan

Wilayah

Agama

Usia/Umur

Pemilih

Perkawinan

Pekerjaan

VIDIO
Profil Desa Sriwidadi
Menu Kategori
Agenda
Arsip Artikel
Sinergi Program
Komentar
Media Sosial
Statistik Pengunjung
Jam Kerja

MEDIA SOSIAL
Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas - Kalimantan Tengah

Hari ini:30
Kemarin:151
Total:219.531
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.11
Browser:Mozilla 5.0
Hari Mulai Selesai
Jumat 08:00:00 15:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Minggu Libur
Rabu 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Selasa 08:00:00 16:00:00
Senin 08:00:00 16:00:00
Peta Lokasi Kantor
Peta Wilayah Desa

Transparansi APBD Desa

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan