Sekilas Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah

Artikel & Berita

Berita / Artikel

8 Indikator Desa Siaga

Lampiran File

8 Indikator Desa Siaga

damkarPhoto Dokumentasi pelatihan MPA mitigasi bencana Karhutlah oleh PT. GAL 

Meta Deskripsi: “Kenali 8 indikator Desa Siaga yang menjadi kunci kesiapsiagaan dan ketangguhan desa dalam menghadapi bencana, mulai dari kebijakan hingga keterlibatan masyarakat.”

Sriwidadi, 11 Juni 2025; Indonesia berada di garis rawan bencana yang menuntut kesiapsiagaan ekstra di setiap desa. Konsep Desa Siaga hadir sebagai wujud komitmen pemerintah dan masyarakat desa dalam menyiapkan diri menghadapi potensi bencana alam, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, hingga tanah longsor.

Latar Belakang

Sebagai negara yang berada di cincin api dan beriklim tropis, Indonesia rentan terhadap berbagai bencana alam. Konsep Desa Siaga lahir untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa agar lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana. Terdapat 8 indikator utama yang menjadi tolok ukur implementasi Desa Siaga, meliputi kebijakan, sumber daya manusia, sarana prasarana, sistem peringatan dini, peta risiko, rencana kontinjensi, pelibatan masyarakat, dan alokasi sumber daya keuangan. Penerapan indikator ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan desa secara menyeluruh, mengurangi kerugian, dan meningkatkan keselamatan warga.

Dalam penerapannya, terdapat 8 indikator Desa Siaga yang menjadi acuan kesiapsiagaan di tingkat desa. Indikator ini bukan hanya soal kebijakan tertulis, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga keterlibatan aktif masyarakat.

Berikut 8 indikator Desa Siaga yang menjadi pondasi ketangguhan desa dalam menghadapi bencana:

  1. Kebijakan dan Regulasi Desa; Desa wajib memiliki kebijakan yang mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, seperti Peraturan Desa tentang Pencegahan Kebakaran atau SOP evakuasi saat banjir.
  2. Sumber Daya Manusia yang Terlatih; Peran relawan kebencanaan menjadi vital. Melalui pelatihan dan simulasi, warga desa dibekali kemampuan dasar dalam menghadapi berbagai jenis bencana.
  3. Sarana dan Prasarana Pendukung; Keberadaan alat pemadam sederhana, jalur evakuasi, tempat pengungsian, dan logistik darurat menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan.
  4. Sistem Peringatan Dini; Informasi cepat dan akurat sangat dibutuhkan saat bencana datang tiba-tiba. Desa memanfaatkan teknologi seperti aplikasi pesan singkat, radio komunitas, dan pengeras suara untuk menyebarkan informasi.
  5. Peta Risiko Bencana; Peta ini membantu warga mengenali titik rawan bencana, jalur evakuasi, dan area aman. Pembaruan peta secara berkala penting untuk menghadapi potensi perubahan risiko.
  6. Rencana Kontinjensi Desa; Dokumen ini menjadi panduan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, mulai dari evakuasi hingga distribusi bantuan.
  7. Pelibatan Masyarakat; Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan Desa Siaga. Sosialisasi, simulasi, dan musyawarah desa menjadi ajang membangun kesadaran bersama.
  8. Sumber Daya Keuangan; Anggaran desa wajib mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana.

Melalui penerapan 8 indikator ini, desa tidak hanya menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana, tetapi juga mampu mengurangi dampak kerugian baik secara material maupun psikologis. “Bencana datang tak terduga, tetapi dengan kesiapsiagaan, kita bisa meminimalkan dampak dan menyelamatkan lebih banyak jiwa,” ujar Susilo Sudarman  anggota MPA  Desa Sriwidadi dalam sebuah diskusi di sesi pelatihan Karhutlah di PT Globalindo Agung Lestari.

Keberhasilan implementasi indikator Desa Siaga sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait. Konsep ini bukan hanya tentang alat atau dokumen, tetapi tentang semangat gotong royong dalam melindungi desa dari ancaman bencana.

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa
Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Desa Sriwidadi

294 LAKI-LAKI

291 PEREMPUAN

Total

585

Orang/Jiwa

Pendidikan

Wilayah

Agama

Usia/Umur

Pemilih

Perkawinan

Pekerjaan

VIDIO
Profil Desa Sriwidadi
Menu Kategori
Agenda
Arsip Artikel
Sinergi Program
Komentar
Media Sosial
Statistik Pengunjung
Jam Kerja

MEDIA SOSIAL
Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas - Kalimantan Tengah

Hari ini:114
Kemarin:151
Total:219.615
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.11
Browser:Mozilla 5.0
Hari Mulai Selesai
Jumat 08:00:00 15:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Minggu Libur
Rabu 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Selasa 08:00:00 16:00:00
Senin 08:00:00 16:00:00
Peta Lokasi Kantor
Peta Wilayah Desa

Transparansi APBD Desa

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan