BERITA DESA
Menyambut Malam 10 Suro, Warga RT 06 Desa Sriwidadi Gelar Do'a Bersama
Lampiran File
Menyambut Malam 10 Suro, Warga RT 06 Desa Sriwidadi Gelar Do'a Bersama
Meta Deskripsi: Warga RT 06 Desa Sriwidadi menggelar doa bersama memperingati malam 10 Suro di halaman Mushola Darussalam. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekdes Sriwidadi, Eka Normawati, serta tokoh lingkungan dan masyarakat dengan penuh kekhidmatan sebagai bentuk refleksi dan penguatan nilai keagamaan dan sosial di lingkungan.
Sriwidadi, Sabtu 5 Juli 2025; Dalam penanggalan Kalender Jawa, 10 Suro merupakan hari ke-10 di bulan Suro, yang identik dengan bulan Muharram dalam Kalender Hijriyah. Bulan Suro atau Muharram merupakan salah satu bulan yang disucikan dalam Islam, dan sering dimaknai sebagai momen kontemplatif, spiritual, dan penuh penghayatan akan nilai-nilai kehidupan dan keimanan.
Secara kultural dan religius, malam 10 Suro di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Desa Sriwidadi, diperingati dengan berbagai bentuk kegiatan religius, seperti pengajian, doa bersama, hingga ritual tradisi lokal. Momentum ini menjadi wadah masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kesadaran spiritual di tengah kehidupan sosial.
Pada Sabtu malam, 5 Juli 2025 bertepatan dengan malam 10 Suro, warga RT 06 Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, menggelar kegiatan doa bersama yang dipusatkan di halaman Mushola Darussalam, salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat RT 06. Dengan mengenakan pakaian rapi dan bersih, masyarakat berkumpul sejak selepas shalat Isya untuk melantunkan doa-doa bersama, dzikir, dan membaca surat Yasin, sebagai bentuk permohonan keselamatan dan berkah di tahun
Suasana religius dan hangat sangat terasa dalam kegiatan tersebut. Antusiasme warga RT 06 begitu tinggi, baik dari kalangan dewasa, lansia, hingga anak-anak yang datang bersama orang tuanya. Tidak hanya laki-laki, ibu-ibu juga tampak aktif mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Warga juga membawa makanan dan minuman yang kemudian disantap bersama sebagai bentuk kebersamaan dan syukur.
Kehadiran warga yang begitu solid menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai religius dan tradisi lokal. Doa bersama ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga memperkuat kohesi sosial antarwarga di lingkungan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Desa Sriwidadi, Eka Normawati, yang juga merupakan warga asli RT 06. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai perwakilan pemerintah desa, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian nilai keagamaan di tingkat lingkungan.
"Saya sangat mengapresiasi semangat warga RT 06 yang secara rutin melaksanakan kegiatan doa bersama di malam 10 Suro. Ini bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga upaya menjaga kekompakan dan kearifan lokal yang patut terus kita lestarikan," ujar Eka Normawati di sela kegiatan.
Kegiatan ini juga digagas oleh tokoh lingkungan dan tokoh agama setempat yang berperan aktif dalam menjaga semangat gotong royong dan kehidupan spiritual masyarakat. Dengan arahan dan inisiatif para tokoh inilah kegiatan dapat terlaksana secara mandiri dan tertib.
Tokoh-tokoh masyarakat seperti pengurus Mushola Darussalam dan Ketua RT 06 memainkan peran sentral dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Mereka mengajak warga secara door-to-door, menyiapkan logistik acara, hingga memimpin jalannya pembacaan doa. Kolaborasi ini menjadi cerminan nilai luhur masyarakat desa yang menjunjung tinggi kerja sama dan kepedulian terhadap kehidupan sosial keagamaan.
Melalui kegiatan ini, warga berharap keberkahan dan perlindungan senantiasa menyertai mereka di tahun hijriyah yang baru. Malam 10 Suro bukan hanya peringatan, tetapi juga perenungan atas segala perbuatan dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan RT lainnya di Desa Sriwidadi untuk menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya membangun desa yang berkarakter, religius, dan harmonis.
Peringatan malam 10 Suro di RT 06 Desa Sriwidadi adalah contoh konkret bagaimana nilai-nilai keagamaan, tradisi, dan kebersamaan masih hidup subur di tengah masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, warga, tokoh lingkungan, dan pemerintah desa, kegiatan semacam ini akan terus menjadi fondasi spiritual dalam membangun desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai dan karakter.
Anang
30 Januari 2025 12:28:34
Lanjutkan mas... Semoga website desa pian semakin maju...